Seperti dilansir laman huffingtonpost, 2012, berikut adalah sepuluh negara yang penduduknya paling malas bergerak atau tidak aktif.
1. Malta (71,9 %)
2. Swaziland (69 %)
3. Saudi Arabia (68,8 %)
4. Serbia (68,3 %)
5. Argentina (68,3 %)
6. Micronesia (66,3 %)
7. Kuwait (64,5 %)
8. Inggris (63,3 %)
9. Uni Emirat Arab (62,5 %)
10. Malaysia (61,4 %)
sumber : berita satu.com
Tidak masuknya Indonesia dalam top ten negara paling malas di dunia jelas punya alasan -alasan yang hanya diketahui orang indonesia sendiri. Faktor -faktor itu antara lain:
1. Yang pertama, hidup di indonesia keras. Bahkan Chairil anwar jauh -jauh hari sudah memperkenalkan adagium ” Hidup hanya menunda kekalahan” . Kalau masyarakat Indonesia malas, maka bisa dipastikan banyak yang akan mati lapar. Pemerintah bukanlah model pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Apalagi dengan kenaikan BBM ini, semua lini kehidupan terimbas akibatnya masyarakat harus jungkir balik menyiasati kebutuhan hidup yang meningkat tajam. Sebagai contoh kecil saja kenaikan Angkot di Kendari untuk penumpang  umum dari 2500 meningkat tajam menajadi 4000 rupiah sekali jalan , mengalahkan Jakarta yang hanya naik sampai 3000. Jadi tidak ada alasan untuk malas. Hanya ada dua pilihan RAJIN ATAU MATI.
2. Kerajinan orang Indonesia, sudah tidak perlu diragukan lagi. Di kalangan pejabat , mereka sangat rajin korupsi sampai-sampai , tidak ada sisa untuk rakyat miskin. APBN diakal-akali. Semua anggaran bisa di kongkalingkong. Mereka rajin bermain mata dengan calo anggaran. Maka jangan heran uang rakyat juga rajin di hamburkan dihadiahkan untuk perempuan -perempuan cantik yang hanya sekali senyum kepada pejabat korup akan dihadiahi 18 juta tunai.
3. Orang Indonesia rajin bentrok. Dari Sabang sampai Merauke. Dari antar aparat, antara masyarakat, antar masyarakat dengan aparat. Anarkisme rajin terjadi. Bentrok massa jadi rutinitas. Di Indonesia, semuanya warga negara asli, tidak ada imigran namun kerusuhan kerap terjadi.
4. Pemerintah rajin menuduh kalau masyarakat miskin jadi parasit di APBN . Di subsidi melulu. Namun pemerintah lupa, kalau kebocoran anggaran sampai 300 triliyun cuma di anggap angin lalu. Itulah mungkin mengapa salah satu alasan mengapa Indonesia luput dari predikat malas, karena pemerintahnya rajin menuduh orang miskin dengan tudingan miring.
Masih banyak lagi faktor -faktor yang menyebabkan Indonesia luput dari peringkat negara paling malas di dunia. Namun, sesungguhnya peringkat ini membanggakan karena biasanya negara kita kalau ada peringkat buruk selalu masuk, lumayan sebagai sejarah baru tidak tergolong negara malas.

Post a Comment

 
Top