Salah satu pembaca enigma, Ryan Poex, dari Maluku mengirimkan foto-foto awan yang luar biasa berikut ini. Postingan ini untuk kalian yang menyukai awan.
Ryan adalah seorang sky watcher. Ia suka mengamati langit dan ketika menemukan sesuatu yang luar biasa, ia akan mengabadikannya. Hasilnya luar biasa. 

Formasi-formasi awan yang didapat oleh Ryan sendiri akan jarang kalian jumpai. Bahkan ada beberapa formasi yang belum pernah saya lihat seumur hidup. 
Di Jakarta, jika kita melihat ke langit dan menemukan formasi awan yang indah, seringkali perasaan akan keagungan itu terasa kurang sempurna. Berbeda jika kita tinggal di kaki gunung yang indah. Suasana pegunungan ditambah dengan formasi awan yang unik memberikan perasaan bersyukur yang hikmat.
Lihat saja foto-foto berikut ini:
Foto berikut diambil di kota Ternate pada tanggal 8 April 2009. Awan yang luar biasa ini muncul di atas Gunung Gamalama pada pukul 05:20 pagi. Apa yang membuat kita berdecak kagum adalah kondisi awan tersebut yang diselimuti oleh cahaya terang menyilaukan. 
Saya tahu, imajinasi kalian akan bergerak dengan liar. Mungkin itu bukan awan. Mungkin itu sebuah pesawat induk alien yang sedang turun menuju markasnya di dalam kawah Gunung Gamalama.
Beberapa menit kemudian, cahaya terang di sekitar awan itu menyebar, semakin menyilaukan.
Pada pukul 05:40, cahaya terang yang tersebar itu lenyap dan sekarang hanya terlihat menyelimuti gumpalan awan berbentuk telur.
 
Dalam hati, mungkin saya juga berharap kalau awan itu sebuah pesawat induk alien. Namun gumpalan awan berbentuk telur itu bukan pesawat induk, melainkan awan Lenticular atau Altocumulus Standing Lentucularis. Orang yang melihatnya memang sering mengiranya sebagai UFO. 
Awan Lenticular ini memiliki bentuk seperti sebuah piringan yang unik karena dibentuk oleh pola angin  pegunungan. Angin kencang yang datang dari sisi gunung akan terinterupsi dan menyebabkan tiupan angin naik ke puncak gunung. Ketika angin tersebut melampaui puncak, terbentuklah awan yang berbentuk lensa itu. 

Pada beberapa kasus, awan lenticular ini bisa hanya berbentuk telur di atas gunung dan pada kasus lain ia bisa bertumpuk-tumpuk membuat lapisan-lapisan lensa seperti kue pie. Contohnya seperti awan Lenticular di atas Gunung Fuji berikut ini:

Kalian bisa melihat beberapa awan lenticularis lain disini.
Foto lain yang dikirim oleh Ryan adalah yang berikut ini. Ia mengambilnya di Gunung Maitara, juga di Maluku.
"Awan yang ini diambil pada tanggal 28 desember 2011. Saya mengambilnya karena tertarik sekali melihat Gunung Maitara diselimuti awan dengan bentuk yang pas dan sangat menarik dilihat."
Foto di atas diambil pada pukul 08.45 pagi. 
Ketika saya melihat foto awan ini, saya hanya bisa memikirkan satu kata: Mystical

Gunung itu terlihat begitu misterius sehingga saya tidak akan heran jika ada kerajaan misterius sejenis Shambhala di sana. Who knows....
Back to topic, awan yang menyelimuti Gunung Maitara ini lebih sukar teridentifikasi. Saya mencoba menanyakan nama awan ini kepada dua orang meteorolog dan keduanya memberikan jawaban yang tidak pasti. Mereka mengatakan kalau awan itu bisa jadi lenticular atau bisa juga sejenis awan rendah (Stratus).
Jika kita melihat pada foto kedua, kita bisa melihat lapisan awan berbentuk lingkaran menyelimuti bagian atas gunung tersebut. Dengan kata lain, awan ini kemungkinan besar memang awan Lenticular. Mirip dengan awan Lenticular yang terlihat di Gunung Klyuchevskaya Sopka di Rusia Timur berikut ini.


Foto menarik lain yang diambil oleh Ryan adalah berikut ini.
"Awan yang ini diambil pas tanggal 08 Januari 2012. Awan ini cukup menarik karena menutupi langit dengan indah. Jika dilihat di gambar kedua sebelah kanan ada dua objek yang terbang diatas langit. Menurut saya, yang di atas seperti jamur terbang :D dan dibawahnya seperti ikan terbang (imajinasi berlebihan)."
Formasi awan seperti ini juga cukup langka. Langit dipenuhi oleh awan berpola seperti sisik dan ditengahnya ada sebuah lingkaran cahaya, terlihat seperti sebuah vortex atau pintu dimana seorang malaikat akan muncul. 
Awan ini gampang diidentifkasi. Polanya yang sangat unik jelas menunjukkan kalau awan ini adalah Altocumulus Translucidus.
Jika ada kata "Alto" pada nama sebuah awan, artinya awan itu berada di ketinggian menengah (6.000 - 20.000 kaki). Jika awan itu di atas 20.000 kaki, maka nama depannya adalah Cirrus. Jika berada di bawah 6.000 kaki, tidak ada nama awalan yang khusus. Namun awan dengan ketinggian ini diberi nama stratus atau cumulus, tergantung jenisnya.

Awan Altocumulus ini terbentuk dari tetesan air dan terlihat seperti bongkahan-bongkahan putih dan abu-abu yang menutupi langit. Istilah "translucidus" di nama belakangnya menunjukkan bahwa satu bagian dari langit yang dipenuhi awan itu memiliki celah yang memampukan cahaya matahari melewatinya (Translucent). 
 
Oh iya, jika kalian penasaran dengan dua objek terbang yang dimaksud Ryan, ini dia yang dimaksudnya.
Apakah kedua objek itu UFO? Mungkin tidak. Dugaan saya, dua objek hitam tersebut kotoran yang menempel pada lensa kamera atau objek umum yang lewat ketika foto tersebut diambil. Sangat sering terjadi dan seringkali disalahtafsirkan sebagai UFO.
Foto berikutnya, luar biasa. Dan pada salah satunya juga ada objek terbang yang misterius.
"Jadi begini bro, pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2011, saya sedang berjalan-jalan sore sekitar jam 4, lalu saya melihat ke langit ada awan-awan yang menurut saya tidak pernah saya lihat seumur hidup saya. Lalu saya langsung memotret awan-awan ini. Di salah satu kiriman saya, bisa bro liat foto objek yang saya maksud sudah saya bulatkan. mohon pendapatnya bro, Terimakasih."
Awan luar biasa seperti yang terlihat pada foto di atas adalah Mammatus atau Mammatocumulus. Kita bisa mengenalinya dengan gampang dari polanya yang terlihat seperti gumpalan-gumpalan bulat menutupi langit (Atau seperti bisul - terserah bagaimana kalian mengasosiasikannya). Awan jenis ini biasanya dikaitkan dengan cuaca buruk.

Banyak hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan bentuknya yang aneh. Menurut DR. Forbes, Mammatus tercipta ketika es kristal jatuh dari bagian atas awan Cumulonimbus. Ketika jatuh, es kristal itu kemudian berubah menjadi uap air dan menyebabkan lingkungan sekitarnya menjadi dingin. Udara dingin itu kemudian "jatuh" mendorong awan ke bawah sehingga menyebabkannya berbentuk seperti kantong-kantong yang melembung ke bawah.

Kalian bisa melihat bentuk awan mammatus lainnya disini.

Dan objek yang dimaksud oleh Ryan adalah ini. 

Saya pribadi menganggap kasus ini sama dengan dua objek di foto sebelumnya walaupun saya akui akan mustahil untuk bisa mengidentifikasinya dengan tepat.

Foto lain yang diambil pada hari yang sama merupakan foto awan yang sangat spektakuler.

Awan seperti ini terlihat seperti sebuah orkestra, seakan-akan secara serentak, entah dengan cara bagaimana, sekumpulan awan ditiup dan naik membentuk jamur atau ubur-ubur. Dan memang itulah namanya, awan ubur-ubur atau Jellyfish cloud atau Altocumulus Castelanus. Nama tentakel yang menjuntai ke bawah disebut "trailing virga" dan ia terbentuk akibat tetesan air hujan yang sudah menguap.

Awan seperti ini muncul ketika udara lembab naik dari arus air di teluk dan terperangkap di antara udara kering. 

Kalian bisa melihat bermacam-macam bentuk awan ini disini.

Awan semacam ini pernah membuat heboh tahun 1975 ketika muncul di Denmark. Saya pernah memposting masalah ini sebelumnya dan kalian bisa membacanya disini: Misteri fenomena UFO Viborg.


Untuk mempermudah kalian mengenali bentuk-bentuk awan, mungkin gambar di bawah ini bisa membantu.

Siapa tahu diantara kalian ada yang tertarik menjadi sky watcher dan siapa tahu juga apa yang akan kalian dapatkan ketika kalian sedang mengamat-amati langit yang misterius...

Referensi:

Post a Comment

 
Top